Apa Itu Teks Laporan Hasil Observasi?
Pernah nggak sih kamu diminta buat mengamati sesuatu, entah itu hewan, tumbuhan, tempat, atau kegiatan, terus hasil pengamatannya harus kamu tulis jadi laporan? Kalau pernah, berarti kamu udah nggak asing lagi sama yang namanya Teks Laporan Hasil Observasi, atau biasa disebut Teks LHO.
Nah, terus apa sih teks laporan hasil observasi (LHO) itu dan gimana cara menyusunnya?
Kalau dijelaskan secara sederhana, teks laporan hasil observasi adalah teks yang menyajikan hasil pengamatan terhadap suatu objek, fenomena, atau peristiwa secara sistematis dan objektif. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan informasi faktual berdasarkan apa yang diamati secara langsung, bukan berdasarkan opini atau perasaan pribadi.
Melalui teks laporan hasil observasi, pembaca bisa mendapatkan informasi baru yang akurat tentang apa pun yang diamati bisa tumbuhan, hewan, benda, peristiwa sosial, atau lingkungan sekitar. Nggak heran kalau jenis teks ini sering dipakai di dunia pendidikan sebagai latihan untuk menulis secara ilmiah sekaligus melatih cara berpikir kritis.
Kenapa Banyak Orang Bingung Saat Menulis LHO?
Nah, ternyata nggak sedikit loh yang masih bingung dalam menulis teks LHO, masalah yang paling sering muncul kebanyakan ada di pemahaman dasar dan struktur teks LHO. Banyak yang langsung menulis tanpa tahu dulu format dan tujuannya. Jadi, laporan terlihat acak, nggak nyambung, atau malah terkesan seperti opini pribadi.
Padahal pengertian teks laporan hasil observasi adalah teks yang menyajikan hasil pengamatan secara objektif dan sistematis. Yang artinya semua informasi di dalamnya harus berdasarkan fakta yang benar-benar diamati bukan hasil menebak atau menilai.
Kesalahan lain yang sering muncul adalah salah urutan dalam penulisan. Bagian pendahuluan ditulis di akhir, deskripsi malah di awal. Jika penyusunannya seperti itu, pembacanya tentu bingung mana penjelasan umum, mana kesimpulannya. Di sinilah pentingnya tahu struktur teks laporan hasil observasi yang benar.
Untuk membantu menyusun laporan yang lebih rapi dan sesuai kaidah, kamu bisa memanfaatkan platform seperti Itentix. Melalui fitur AI Writer Assistant dan cek plagiasi Turnitin no-repository, Itentix membantu pelajar dan mahasiswa menulis teks laporan hasil observasi yang orisinal, sistematis, dan bebas dari kesalahan umum penulisan ilmiah.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Dalam buku Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Kemendikbud Ristek), menjelaskan bahwa teks laporan hasil observasi (LHO) memiliki tiga bagian utama, yaitu:
- Pernyataan Umum atau Klasifikasi
Bagian ini berisi pengantar tentang objek yang diamati, menjelaskan apa dan termasuk ke dalam kelompok apa objek tersebut.
Contoh: "Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia yang tumbuh subur di daerah beriklim tropis." - Deskripsi Bagian
Menjelaskan ciri-ciri, bagian, atau karakteristik dari objek secara lebih rinci.
Contoh: "Tanaman padi memiliki batang berongga, daun panjang, dan bulir yang berisi biji beras sebagai hasil utamanya." - Deskripsi Manfaat atau Kesimpulan
Bagian ini memuat fungsi, manfaat, atau kesimpulan dari hasil pengamatan.
Contoh: "Padi bermanfaat sebagai sumber makanan pokok dan menjadi simbol kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia."
Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Supaya hasil tulisannya benar-benar sesuai kaidah, kamu sangat perlu memperhatikan bahasa yang digunakan loh. Berikut beberapa kaidah kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi:
- Penggunaan Kalimat Definisi
Kalimat ini digunakan untuk menjelaskan pengertian umum dari objek yang diamati. Biasanya memakai verba relasional seperti adalah, merupakan, ialah, atau yaitu. Kalimat jenis ini banyak muncul di bagian pernyataan umum.
Contoh: "Gunung Merapi adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia." - Penggunaan Kalimat Deskripsi
Kalimat deskripsi berfungsi untuk memerinci atau menggambarkan sifat dan ciri khusus objek berdasarkan hasil pengamatan panca indra, seperti warna, bentuk, ukuran, atau perilaku. Kalimat ini sering ditemukan di bagian deskripsi bagian.
Contoh: "Daun pisang berukuran besar, berwarna hijau muda, dan memiliki tekstur licin di permukaannya." - Penggunaan Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks
Dalam teks laporan hasil observasi, digunakan dua jenis kalimat utama yaitu:
- Kalimat Simpleks (kalimat tunggal) digunakan untuk menyampaikan satu informasi utama secara jelas dan langsung.
Contoh: "Panda hidup di hutan bambu pegunungan Cina." - Kalimat Kompleks (kalimat majemuk) digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih informasi dalam satu kalimat agar hubungan antaride terlihat.
Contoh: "Panda hidup di hutan bambu pegunungan Cina karena makanan utamanya adalah bambu."
- Kalimat Simpleks (kalimat tunggal) digunakan untuk menyampaikan satu informasi utama secara jelas dan langsung.
- Penggunaan Kata/Frasa Nomina dan Verba
Teks LHO didominasi oleh frasa nomina (kelompok kata benda) untuk menyebut objek utama dan klasifikasinya, serta verba aktif dan relasional untuk menjelaskan perilaku atau cirinya.
Contoh: "Burung elang memiliki paruh kuat dan tajam untuk mencabik mangsanya." - Penggunaan Konjungsi (Kata Penghubung)
Konjungsi digunakan untuk menyambungkan antar kalimat atau antar klausa agar teks mengalir dengan baik. Jenis konjungsi yang sering digunakan meliputi:
- Penambahan: dan, serta
- Pertentangan: namun, tetapi
- Pilihan: atau
- Urutan: kemudian, selanjutnya
Contoh: "Pohon jati tumbuh di daerah beriklim panas, namun mampu beradaptasi dengan musim hujan."
- Penggunaan Istilah Keilmuan atau Teknis
Teks LHO bersifat ilmiah, sehingga sering menggunakan istilah khusus sesuai bidang ilmu yang berkaitan dengan objek yang diamati, misalnya biologi, geografi, atau lingkungan.
Contoh: "Tumbuhan hijau melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi dan oksigen." - Penggunaan Sinonim dan Antonim
Teks laporan hasil observasi sering menggunakan sinonim (persamaan kata) dan antonim (lawan kata) untuk memperkaya variasi bahasa dan memperjelas perbandingan dalam deskripsi. Penggunaan dua jenis kosakata ini membantu penulis menegaskan makna serta menunjukkan kekayaan kosakata ilmiah yang digunakan.
- Sinonim (persamaan kata)
Contoh: "Gajah besar dan raksasa ini memiliki telinga lebar dan belalai panjang."
(kata besar dan raksasa memiliki makna yang mirip) - Antonim (lawan kata)
Contoh: "Bagian luar daun terasa halus, sedangkan bagian bawahnya agak kasar."
(kata halus dan kasar menunjukkan perbandingan sifat)
Dengan memanfaatkan sinonim dan antonim secara tepat, teks LHO menjadi lebih hidup, bervariasi, dan tidak terasa monoton saat dibaca.
- Sinonim (persamaan kata)
- Perbedaan Imbuhan di- dan Kata Depan di
Penulisan teks LHO harus mengikuti kaidah bahasa baku, termasuk dalam membedakan penggunaan di- sebagai awalan (imbuhan) dan di sebagai kata depan.
- Imbuhan di- → menunjukkan kata kerja pasif, ditulis serangkai.
Contoh: "Padi ditanam di sawah." - Kata depan di → menunjukkan tempat atau waktu, ditulis terpisah.
Contoh: "Padi ditanam di sawah setiap musim hujan."
- Imbuhan di- → menunjukkan kata kerja pasif, ditulis serangkai.
Dengan memahami struktur teks LHO dan memperhatikan kaidah-kaidah tersebut, teks laporan hasil observasi akan terlihat lebih rapi, ilmiah, dan mudah dipahami pembaca.
Tahapan Menulis Teks LHO yang Baik
Sebelum kamu mulai menulis, kamu perlu banget tau kalau teks laporan hasil observasi (LHO) nggak bisa dibuat asal tulis. Ada langkah-langkah tertentu yang perlu kamu ikuti supaya hasilnya sistematis dan mudah dipahami pembaca. Dengan mengikuti tahapan yang tepat, tulisanmu akan terlihat lebih terstruktur dan mencerminkan hasil pengamatan yang benar-benar objektif.
Berikut beberapa tahapan yang bisa kamu ikuti saat akan menulis teks LHO:
| No. | Tahap | Fokus Utama |
|---|---|---|
| 1 | Tentukan Objek & Tujuan | Pilih objek tunggal, tentukan tujuan agar fokus. |
| 2 | Melaksanakan Observasi | Kumpulkan fakta di lapangan. Catat detail, hindari opini. |
| 3 | Buat Kerangka Struktur | Susun data sesuai struktur LHO: Pernyataan Umum (Definisi) → Deskripsi Bagian (Perincian) → Deskripsi Manfaat (Fungsi). |
| 4 | Kembangkan Draf | Ubah kerangka menjadi paragraf yang mengalir dengan baik. Pastikan konten objektif dan faktual. |
| 5 | Terapkan Kaidah Kebahasaan | Gunakan Kalimat Simpleks/Kompleks bervariasi, Istilah Ilmiah, dan Verba Relasional (adalah, merupakan). |
| 6 | Sunting dan Finalisasi | Periksa kelengkapan isi, keefektifan kalimat, dan ketepatan Ejaan (PUEBI/EYD) serta tanda baca. |
Nah, itu dia tahapan yang bisa kamu ikuti supaya teks laporan hasil observasimu tersusun dengan baik. Dengan memahami setiap langkahnya, kamu bisa menulis laporan yang lebih runtut, faktual, dan mudah dipahami. Kalau kamu ingin memastikan tulisanmu bebas dari kemiripan atau ingin tahu bagian mana yang bisa diperbaiki, kamu bisa coba Itentix. Platform ini memanfaatkan teknologi AI untuk membantu kamu menulis dengan lebih percaya diri dan tetap menjaga orisinalitas karya tulismu.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Contoh 1
Suku Baduy

| Pernyataan Umum | Suku Baduy adalah kelompok masyarakat adat Sunda yang tinggal di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Suku ini dikenal karena secara teguh menolak modernisasi dan memegang erat tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Mereka menetap di kawasan Pegunungan Kendeng dan terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. |
| Deskripsi Bagian | Kehidupan Suku Baduy diatur oleh hukum adat yang ketat. Baduy Dalam (Tangtu) merupakan kelompok paling konservatif yang dilarang keras menggunakan teknologi, bersekolah, serta mengendarai kendaraan. Pakaian mereka berwarna putih dan biru tua yang melambangkan kesucian. Sebaliknya, Baduy Luar (Panamping) bersifat lebih terbuka terhadap pengaruh luar. Pakaian mereka berwarna hitam atau biru gelap, dan mereka diizinkan berinteraksi dengan masyarakat luar. Suku Baduy memiliki mata pencaharian utama sebagai petani ladang (berhuma). Mereka menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, yaitu kepercayaan tradisional yang menghormati alam dan leluhur. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Sunda dialek Baduy. Rumah adat mereka dibangun secara sederhana dari bambu dan ijuk, serta tidak diperbolehkan menggunakan semen maupun paku. |
| Deskripsi Manfaat/Kesimpulan | Suku Baduy memberikan pelajaran berharga tentang nilai-nilai kearifan lokal. Tradisi mereka berkontribusi besar terhadap upaya konservasi alam karena wilayah hutan tempat mereka tinggal dijaga sangat ketat dari perusakan. Cara hidup mereka yang sederhana dan ramah lingkungan menjadi teladan bagi masyarakat modern tentang bagaimana hidup selaras dengan alam. Oleh karena itu, Suku Baduy merupakan salah satu warisan budaya dan ekologi Indonesia yang perlu dilestarikan. |
Contoh 2
Tari Saman

| Pernyataan Umum | Tari Saman adalah tarian suku Gayo yang berasal dari Provinsi Aceh. Tarian ini diklasifikasikan sebagai salah satu warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO karena keunikan gerak dan kekompakan yang ditampilkan. Tari Saman juga dikenal sebagai Tari Seribu Tangan sebab para penarinya melakukan gerakan bertepuk tangan, dada, dan paha secara serentak. Tarian ini biasanya ditampilkan untuk memperingati peristiwa penting dalam adat, seperti perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw. |
| Deskripsi Bagian | Tari Saman memiliki ciri khas yang sangat spesifik. Penari Saman hanya terdiri atas laki-laki dengan jumlah ganjil (minimal sepuluh hingga dua puluh orang atau lebih) yang duduk berbaris rapat dalam satu garis lurus. Gerakan utamanya meliputi gerakan kepala, tepukan tangan, tepukan dada, serta gerakan membungkuk. Kecepatan dan dinamika gerakan dikendalikan oleh seorang pemimpin yang disebut syeikh. Musik pengiring Tari Saman bersifat vokal, berupa nyanyian yang berisi pujian atau nasihat. Para penari tidak menggunakan alat musik tambahan, melainkan suara dan gerak tubuh mereka sendiri sebagai iringan ritmis. Kostum yang digunakan didominasi warna hitam dengan sulaman benang emas yang melambangkan keagungan dan kebersamaan. |
| Deskripsi Manfaat/Kesimpulan | Tari Saman mengandung nilai-nilai filosofis yang tinggi, seperti nilai pendidikan, keagamaan, kepahlawanan, dan kekompakan. Aspek terpenting dari tarian ini adalah nilai kebersamaan (unity), yang tercermin dari gerakan serentak tanpa cela. Selain sebagai pertunjukan seni, Tari Saman juga berfungsi sebagai media dakwah dan sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Gayo. Tarian ini menjadi identitas budaya yang berkontribusi besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional. |
Nah gimana sekarang sudah paham belum gimana cara menulis teks laporan hasil observasi yang baik?
Kalau kamu udah ngerti struktur dan kaidah kebahasaannya, pasti deh tulisanmu bakal lebih informatif, faktual, dan mudah dipahami.
Tapi kadang kita masih suka ragu nggak sih, "Tulisanku ini udah benar belum, ya?" atau takut hasilnya mirip sama sumber lain.
Nah, biar lebih yakin, kamu bisa coba Itentix. Platform ini bantu kamu ngecek orisinalitas tulisan dan kasih saran perbaikan otomatis pakai teknologi AI. Jadi, laporan hasil observasimu tetap rapi, orisinal, dan tetap terasa sebagai karya kamu sendiri.